Notulensi Diskursus

dalam Berita

Pada tanggal 10 Mei 2017, Departemen Kasospol dan Departemen Keilmuan telah mengadakan kegiatan diskusi skripsi yang bernama Diskursus (Diskusi Skripsi Alumni dan Mahasiswa) yang diadakan di Auditorium Juwono Sudarsono, FISIP UI. Acara ini bertujuan membedah skripsi berjudul “Strategi Gerakan #SaveMaster dalam Upaya Advokasi Sekolah Master Tahun 2013” milik Muhammad Barka Anantadira (Ilmu Politik 2012), baik dari segi teknis penulisan maupun dari segi substansinya. Acara ini dimoderatori oleh Novlyanti Rizkita Putri (Ilmu Politik 2014). Secara garis besar, acara Diskursus ini dibagi ke dalam dua sesi. Sesi pertama, Muhammad Barka sebagai pemilik skripsi akan menjelaskan skripsinya dari sisi teknis penulisan. Lalu, pada sesi kedua, Muhammad Barka menjelaskan skripsinya dari sisi substasi.

Pada awal diskusi, Barka terlebih dahulu menjelaskan soal alasan mengapa ia mengangkat topic soal Gerakan Save Master. Ia menjelaskan sebelumnya ia lebih tertarik mengangkat soal implikasi desentralisasi terhadap pendidikan di Kota Lembang. Namun, akibat kesulitan mencari narasumber serta data-data yang jelas, Barka memilih untuk mencari topik lain dan akhirnya Gerakan Save Master lah yang dipilihnya. Setelahnya, ia juga menjelaskan alasan mengagunakan pendekatan kualitatif dalam menyelesaikan penelitiannya. Ia juga mengatakan bahwa di Prodi Ilmu Politik sendiri, kualitatif cenderung lebih sering digunakan dibandingkan kuantitatif. Selanjutnya, Barka juga memberikan tips agar dalam menyelesaikan skripsi, calon sarjana harus menguasai suatu teori terlebih dahulu dan mencoba melihat aplikasinya di lapangan. Menurutnya, sangatlah baik apabila teori dari Politik sendiri bisa digabungkan dengan teori dari ilmu yang lain. Hal itu terlihat dari Teori Civil Society dan Teori Mobilisasi Sumber Daya dari Ilmu Sosiologi yang Barka gunakan dalam skripsinya.

Selanjutnya, Barka juga menyarankan bagi para pembuat skripsi agar mencari hal yang disukai terlebih dahulu. Setelah itu, baru mencari dan mendalami teori yang cocok dengan hal yang disukai tersebut. Barulah seorang pembuat skripsi dapat mencari kasus yang cocok dengan teori tersebut. Barka juga menambahkan, dalam pembuatan skripsi, para pembuat skripsi harus serius dan tekun. Menurutnya, akan sangat baik kalau seorang pembuat skripsi memiliki peer group yang bisa menguatkan satu sama lain.

Berikutnya merupakan sesi tanya jawab pertama. Sesi ini dibuka oleh pertanyaan dari Jazirah Rose Manalang (Ilmu Politik 2015) yang bertanya bagaimana cara agar alur berpikir kita tidak “loncat” dalam membuat suat penelitian. Menurut Barka, secara umum inti dari suatu penelitian adalah menceritakan hubungan di antara dua variabel yang ada. Ia menyarankan, dalam memilih suatu topik penelitian, seorang peneliti harus melihat apakah variable-variabel yang diambil tersebut memiliki hubungan yang logis atau tidak. Apabila tidak logis, hal ini lah yang disebut sebagai logical jumping.

Setelah sesi tanya jawab selesai, diadakan break selama 15 menit. Berikutnya, diskusi pun memasuki sesi yang kedua yakni sesi substansi. Pertama-tama, Barka menjelaskan terlebih dahulu apa itu Sekolah Master dan apa itu Gerakan Save Master. Ia menjelaskan awal mula munculnya Gerakan Save Master tersebut. Ia menjelaskan bahwa Sekolah Master terancam digusur karena berada di tanah yang bukan milik mereka. Dan, rencananya daerah Sekolah Master ini akan dijadikan apartemen atau pusat perbelanjaan.

Setelah itu, Barka menjelaskan bahwa rencana pemerintah Kota Depok tersebut akhirnya mendapat penolakan dari civil society di sekitar Save Master, terlebih lagi dari mahasiswa Universitas Indonesia. Ia juga menjelaskan bahwa Gerakan Save Master ini disusun dengan sangat sistematis dan terstruktur sehingga gerakan ini menjadi sangat efektif. Jika dikaitkan dengan Teori Mobilisasi Sumber Daya yang disinggung sebelumnya, Gerakan Save Master juga menggunakan berbagai sumber daya . Barka juga menjelaskan bahwa Gerakan Save Master ini juga sangat sulit dibendung oleh pemerintah karena kajian hukum yang dibuat sangatlah menyeluruh.

Berikutnya, sesi tanya jawab kembali dibuka. Sesi ini dibuka oleh Shafina Adiva (Ilmu Politik 2016) yang bertanya mengapa media sosial twitter yang dipilih oleh Gerakan Save Master. Barka menjelaskan bahwa pada tahun 2013, Twitter merupakan platform media sosial yang sedang trending, dan melalui Twitter, Gerakan Save Master dapat mengajak public figure untuk ikut berkontribusi.

Setelah itu, Mursal Maherul (Ilmu Politik 2016) juga bertanya bagaimana tanggapan pemilik tanah terhadap keberadaan Sekolah Master tersebut. Barka menjelaskan bahwa kondisi ini sebenarnya cukup kompleks karena pendidikan juga merupakan hal yang harus diperhatikan oleh negara. Adanya Sekolah Master yang dapat mengedukasi anak-anak jalanan tanpa memungut biaya harus tetap dipertahankan. Di akhir sesi, Jazirah (Ilmu Politik 2015) bertanya soal sumber daya apa yang paling banyak atau dominan digunakan dalam gerakan ini. Barka menjelaskan bahwa Gerakan Save Master ini cukup unik, karena sumber daya yang digunakan adalah sumber daya kultural. Gerakan ini memanfaatkan media sosial untuk mengajak public figure untuk mendukung gerakan mereka. Terakhir, acara ini ditutup oleh pemutaran video tentang Gerakan Save Master yang ditayangkan melalui akun youtube Siaga FISIP UI.


 Departemen Kajian Sosial dan Politik

Departmen Keilmuan

HMIP FISIP UI 2017

Progresif Bermanfaat

Narahubung : Handy (081214871777)