Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik FISIP UI (HMIP) adalah satu-satunya organisasi mahasiswa di lingkungan Departemen Ilmu Politik FISIP UI.

Tahun 1972, Keluarga Departemen Ilmu Politik (KDIP) sebagai wadah bagi mahasiswa dan alumni Departemen Ilmu Politik FISIP UI, Drs. Arbi Sanit menjadi ketuanya yang pertama. Selanjutnya terjadi perubahan nama menjadi Keluarga Jurusan Ilmu Politik dan pada tahun 1985 menjadi Keluarga Ilmu Politik karena jurusan Hubungan Internasional menjadi departemen sendiri. HMIP didirikan pada tahun 1992, sebagai tindak lanjut dari SK Mendikbud Nomor 14 Tahun 1991, yang membuat struktur baru Himpunan Mahasiswa Jurusan. Pada Tahun 1992 HMIP resmi terbentuk.

“Tahun 1992 pun terbentuk HMIP, tapi Keluarga Ilmu Politik (KIP) disepakati tak dibubarkan. Tapi dalam perkembangan kemudian, KIP makin tak terdengar kiprahnya, sementara HMIP jadi ‘organisasi mahasiswa biasa’ yang tak memfasilitasi berkumpul dan beraktivitasnya mahasiswa dan alumni jurusan Ilmu Politik. Begitulah menurut ingatan saya…”

mas eep

Eep Saefulloh Fatah, Politik UI 1987
Anggota Formatur HMIP FISIP UI

Dalam perjalanannya, HMIP mendapatkan banyak cobaan dan tantangan, terutama pada periode 2001-2003, ketika terjadi perseteruan internal akibat perbedaan pendapat dalam format inisiasi mahasiswa baru dengan konsep Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) yang sudah ada sejak bertahun-tahun sebelumnya. Akhirnya timbul dua kubu, Pro-LDK dan Kontra-LDK, yang Pro mengklaim LDK masih diperlukan karena hal itu merupakan sarana perekat hubungan antara mahasiswa baru, senior, dan alumni. Sementara yang Kontra menganggap bahwa dalam pelaksanaannya, LDK banyak disalahgunakan sebagai bentuk perploncoan tanpa mengena ke maksud yang sebenarnya. Konflik Pro-Kontra LDK ini pun akhirnya memicu perpecahan dalam tubuh HMIP, sehingga mereka yang Kontra kemudian membentuk Keluarga Mahasiswa Politik sebagai organisasi tandingan.

Tahun 2004, rekonsiliasi antara HMIP dan KMP mulai dilakukan. Pada waktu itu, dibentuk presidium 4 angkatan termuda (2001-2004) sebagai tim perumus amandemen AD/ART HMIP yang kemudian disahkan sebagai AD/ART yang baru pada masa kepengurusan Dean (Pol 01), yang beranggotakan Panji, Tika, Sigit (2004), Agi, Bagyo, Andika (angkatan 2003) dan Cahyo (angkatan 2002). (keterangan Panji, Pol 04 dalam diskusi sejarah HMIP)

Tahun 2005, AD/ART baru resmi dibentuk, dan Keluarga Mahasiswa Politik akhirnya dibubarkan sehingga HMIP kembali menjadi satu-satunya organisasi bagi mahasiswa Departemen Ilmu Politik FISIP UI. Format penerimaan mahasiswa baru, kemudian diperbarui dengan nama Organization and Academic Training, yang masih diterapkan sampai sekarang (Kepengurusan HMIP FISIP UI 2015). HMIP baru telah lahir, dan siap menjadi penyalur aspirasi dan mejembatani mahasiswa dengan alumni.

Mereka yang pernah memimpin HMIP FISIP UI

  1. Bagus Hendraning (Pol’ 88)
  2. Nurul Nurhanjati (Pol’ 88)
  3. Syafuan Rozi Soebhan (Pol’ 90)
  4. Shery Anggraeni (Pol’ 91)
  5. Imam Prihandyoko (Pol’ 92)
  6. Shahandra Hanitio (Pol’ 93)
  7. Dewi Susilorini Kusumoningrum (Pol’ 94)
  8. Sri Lestari Wahyuningroem (Pol’ 95)
  9. Andi Muhyiddin (Pol’ 97)
  10. Romy Ramdhani (Pol’ 98)
  11. Michael Ratna (Pol’ 98)
  12. Diana Gultom (Pol’ 99)
  13. Dean Yulindra Affandi (Pol’ 01)
  14. Hilwan Ghifari (Pol’ 03)
  15. Dimas Pratama (Pol’ 04)
  16. Deta Andina (Pol’ 05)
  17. Redi Kalingga (Pol’ 06)
  18. Aulia Djatnika (Pol’ 07)
  19. R. R. Nugraheni Utami (Pol’ 08)
  20. Reinaldy Ariestyo (Pol’ 09)
  21. Miftah Khairi Amrillah (Pol’ 10)
  22. Riza Imaduddin Abdali (Pol’ 11)
  23. Aryo Akmal Fauzias (Pol’ 12)
  24. Aditya Fathurrahman (Pol’ 12)
  25. Fajar Kurniawan (Pol’ 13)
  26. Ahmad Kemal (Pol’14)

Ket: * = Sedang persiapan pelantikan dan serah terima jabatan

 

Penggunaan Logo HMIP FISIP UI

HMIP FISIP UI sempat berganti logo dalam tiap kepemimpinannya. Namun, hingga saat ini logo yang dipakai seperti berikut;

Logo HMIP Revisi 2015
Logo HMIP Revisi 2015 (Untuk Penggunaan Media Internal dan Eksternal)
LOGO HMIP 2015
Logo HMIP FISIP UI revisi 2015 (masih dalam proses pengajuan)