Rapat Kerja HMIP FISIP UI 2018

VISI

“Terwujudnya HMIP FISIP UI 2018 sebagai wadah aktualisasi ideal untuk mahasiswa Ilmu Politik UI”

 

MISI

  1. Memfokuskan orientasi HMIP FISIP UI 2018 sebagai wadah aktualisasi diri mahasiswa Ilmu Politik UI yang didasarkan oleh kebutuhan dan keinginan mahasiswa Ilmu Politik UI
  2. Menciptakan internal kepengurusan HMIP FISIP UI 2018 yang beriringan secara profesional dan kekeluargaan disertai dengan suasana apresiasi untuk menunjang kinerja yang baik
  1. Membangun kerjasama yang baik antara kepengurusan HMIP FISIP UI 2018 dengan stakeholders HMIP FISIP UI 2018 sebagai salah satu upaya untuk menciptakan kebermanfaatan optimal bagi mahasiswa Ilmu Politik UI
  2. Melaksanakan program kerja yang relevan dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa Ilmu politik UI

 

TEMA BESAR

“Demokrasi Politik”

HMIP FISIP UI 2018 akan membawa tema besar “Demokrasi Politik”, yang akan menjadi acuan selama satu tahun kepengurusan. Dengan dilaksanakannya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak, tahun 2018 disebut-sebut sebagai tahun politik oleh berbagai kalangan. Tidak hanya sekadar tahun politik, kami menganggap tahun 2018 merupakan pesta demokrasi bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak terkecuali bagi mahasiswa yang seharusnya menjadi aktor intelektual yang mengaplikasikan demokrasi minimal dalam tataran kehidupan perkuliahan. Untuk itu, kami membawa semangat pengaplikasian demokrasi dalam ranah HMIP sebagai organisasi yang memiliki berbagai konstituen dan stakeholder. “Demokrasi Politik” merupakan sebuah keberlanjutan dari tema besar kepengurusan HMIP FISIP UI 2017 mengenai “Partisipasi Politik”. Kami menganggap tema partisipasi politik pada kepengurusan sebelumnya, sedikit banyak sudah mampu meningkatkan partisipasi mahasiswa Ilmu Politik dalam tiga hal, yakni ilmu, isu, dan jurusan; meskipun masih memiliki banyak evaluasi dalam implementasinya. Pada tahun ini kami berusaha tetap mengoptimalkan partisipasi politik, tetapi bersamaan dengan usaha mendorong terciptanya demokrasi. Hal itu dikarenakan bagi kami, orientasinya bukan hanya mengenai partisipasi dari mahasiswa Ilmu Politik dalam suatu program kerja yang harus ditingkatkan, tetapi juga perwujudan dari program kerja tersebut yang harus mencerminkan nilai demokratis, yang menggambarkan aspirasi dan keinginan mahasiswa Ilmu Politik.

Demokrasi politik dalam HMIP FISIP UI 2018 akan dibagi menjadi dua, yakni demokrasi politik dalam himpunan dan demokrasi politik sebagai fokus isu. Demokrasi politik dalam himpunan merupakan upaya untuk melibatkan stakeholder utama kami, yakni mahasiswa Ilmu Politik dengan segala aspirasi dan keinginannya dalam suatu proses pembentukan program kerja, yang pada akhirnya bermuara untuk sebuah kebermanfaatan bagi mahasiswa Ilmu Politik. Dalam mewujudkan hal tersebut HMIP akan menjadi sebuah organisasi yang mampu menyesuaikan diri dengan konstituen, yang dalam proses pembentukan program kerjanya tidak lagi hanya berdasarkan input dari pengurus HMIP, tetapi juga memerhatikan pandangan dari konstituennya yakni mahasiswa Ilmu Politik.

Partisipasi politik merupakan bagian utama dari adanya sebuah sistem demokrasi. HMIP FISIP UI 2017 pada tahun lalu mengawal isu partisipasi politik, sebagai keberlanjutan dari hal tersebut maka HMIP FISIP UI 2018 akan mengawal isu demokrasi. Terdapat beberapa poin yang mendorong HMIP FISIP UI 2018 untuk mengawal isu demokrasi. Pertama, akan diselenggarakannya Pilkada Serentak di 171 daerah pada tahun ini. Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) Pemilihan Kepala Daerah 2018 yang disusun Badan Pengawas Pemilu mengindikasikan 81 dari 171 daerah penyelenggara Pilkada 2018 punya kerawanan tinggi dan sedang. IKP tersebut juga menunjukkan bahwa terdapat lima isu yang paling berpotensi mengganggu perhelatan pilkada, yaitu integritas dan profesionalitas penyelenggara pemilihan kontestasi, partisipasi, netralitas aparatur sipil negara, dan politik uang. Kemudian enurut Direktur Lembaga Pemilih Indonesia Boni Hargens, tahun 2018 adalah waktu ujian bagi masa depan demokrasi Pancasila. HMIP FISIP UI 2018 sendiri menilai bahwa dinamika pada konteks politik elektoral bukan hanya penting bagi berlangsungnya demokrasi secara prosedural, melainkan juga secara substansial. Pemilah umum merupakan proses yang membangun kepercayaan antara negara dan rakyat, sehingga hal ini adalah bagian integral dan penting dari demokrasi.

Kedua, urgensi untuk memperkuat dan mempertahankan demokrasi Indonesia. Laporan Freedom House pada awal tahun 2018 mengklasifikasikan Indonesia sebagai negara demokrasi dengan kebebasan sebagian (partly free). Skor agregat yang diperoleh oleh Indonesia adalah 64/100. Skor tersebut diperoleh berdasarkan tinjauan Freedom House terhadap hak politik dan kebebasan sipil Indonesia. Hak politik dan kebebasan sipil merupakan elemen penting dalam sistem politik demokrasi. Skor tersebut dapat memberikan kita gambaran mengenai kualitas demokrasi di Indonesia saat ini. Menurut HMIP FISIP UI 2018, memperkuat demokrasi Indonesia merupakan suatu urgensi. Selain data tersebut, berbagai isu politik yang terjadi di 2017 dapat menjadi sebuah refleksi. Isu-isu tersebut meliputi meningkatnya isu SARA dan konflik horizontal, kasus megakorupsi oleh pejabat negara, wacana pelemahan KPK dan lain sebagainya. Hal-hal tersebut merupakan bentuk kemunduran demokrasi. Merebaknya populisme di dunia juga menjadi sebuah ancaman yang riil terhadap demokrasi kita. HMIP FISIP UI 2018 menyadari bahwa demokrasi memiliki dimensi yang amat luas, sehingga implementasi isu kami adalah demokrasi dalam politik elektoral.

NILAI

“Adaptif, Apresiatif, Bermanfaat”

Tridharma Perguruan Tinggi akan dijadikan landasan berorganisasi oleh HMIP bersamaan dengan nilai-nilai yang akan digunakan oleh HMIP FISIP UI 2018 sebagai sumber pemahaman setiap langkah yang akan diambil. Kami sepakat bahwa nilai merupakan bayangan yang akan terus mengikuti langkah HMIP FISIP UI 2018 dan nilai merupakan sesuatu yang kami yakini benar, yang akan memastikan kami untuk terus memberikan kontribusi. Keyakinan akan nilai-nilai tersebut kemudian diinternalisasikan kepada seluruh pengurus HMIP sebagai acuan serta penggerak motivasi dalam berbagai keputusan, yang hasilnya kami harapkan dapat dirasakan oleh seluruh elemen Departemen Ilmu Politik.

Adaptif

Adaptif merupakan kata serapan dari adaptive yang berarti mudah menyesuaikan (diri) dengan keadaan. Seiring dengan perkembangan kehidupan perkuliahan mahasiswa Ilmu Politik yang sangat dinamis, kami sepakat untuk tidak menjadikan HMIP sebagai organisasi yang statis dan terpaku dengan template kepengurusan sebelumnya. Untuk itu kami membawa semangat untuk menjadi organisasi yang mampu menyesuaikan diri dengan keadaan mahasiswa Ilmu Politik, karena bagi kami terdapat hubungan timbal balik yang tercipta disana. Hubungan timbal balik yang dimaksud adalah hubungan saling mempengaruhi antara HMIP dengan mahasiswa Ilmu Politik, dimana HMIP berusaha mewadahi apa yang diinginkan oleh mahasiswa Ilmu Politik dengan hasil yang bermanfaat tetapi di sisi lain HMIP juga membutuhkan mahasiswa Ilmu Politik untuk mengisi ruang-ruang yang disediakan. Salah satu kondisi terkini yang mengharuskan kami menjadi organisasi yang adaptif adalah angkatan muda yang berjumlah tidak lebih dari 50 orang, sehingga kami tidak bisa menjadi organisasi yang memiliki template yang sama dengan kepengurusan sebelumnya, yang masih memiliki jumlah angkatan muda minimal 80 orang. Untuk itu dalam pengimplementasian mimpi-mimpi yang ingin kami wujudkan harus selalu mempertimbangkan dan menyesuaikan sumber daya manusia yang ada.

 

Apresiatif

Secara harfiah, apresiasi diartikan sebagai bentuk penghargaan terhadap suatu pencapaian. Bagi kami, mengapresiasi seluruh stakeholder HMIP FISIP UI merupakan hal yang amat penting. Kami percaya bahwa dengan mengapresiasi sesuatu yang telah dilaksanakan, maka akan terciptanya dorongan untuk berkembang lebih jauh dan lebih baik lagi. Hal tersebut kiranya kami bawa dalam bentuk apresiasi yang nyata kepada seluruh stakeholder HMIP FISIP UI yang telah berkontribusi di berbagai tempat, dimana nantinya akan berdampak pada meningkatnya rasa sense of belonging sebagai keluarga HMIP atas rasa perhatian dan penghargaan yang diterima.

Kemudian, kondisi internal atau iklim kerja dalam kepengurusan juga menjadi sasaran dalam nilai apresiatif yang kami bawa. Pada ranah internal, nilai apresiatif yang dibawa oleh HMIP FISIP UI 2018 bertujuan untuk meningkatkan iklim kerja kepengurusan yang menyenangkan. Kami percaya bahwa iklim kerja yang menyenangkan akan memberikan dampak positif kepada para pengurus untuk terus bisa bekerja secara maksimal tanpa ada sedikitpun rasa sia-sia atas apa yang telah dilakukan. Suasana apresiasi di dalam iklim kerja kepengurusan akan menumbuhkan rasa saling menghargai dan saling peduli sehingga akan tercipta kondisi internal yang kondusif, akrab, dan menyenangkan. Melalui nilai apresiasi, kami berharap bahwa suasana yang tercipta nantinya akan membuat proses yang dilalui oleh para pengurus menjadi proses yang akan terasa manfaatnya. Kami juga berharap bahwa hal tersebut nantinya akan dapat berdampak pada proses aktualisasi diri yang optimal dan pada akhirnya akan menciptakan kebermanfaatan bagi diri sendiri dan sekitarnya.

Bermanfaat

Kami menganggap bahwa seluruh mahasiswa Ilmu Politik merupakan konstituen kami, yang apabila mengacu pada Anggaran Dasar, HMIP bertugas untuk menampung seluruh aspirasi mahasiswa Ilmu Politik dan menyalurkannya melalui kegiatan-kegiatan keilmuan dan kemahasiswaan. Maka HMIP berusaha mewujudkan kepentingan mahasiswa Ilmu Politik melalui program kerja yang bersifat kegiatan akademik maupun non-akademik, yang memang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan mereka. Ketika HMIP memiliki program kerja yang berbasiskan keinginan Mahasiswa Ilmu Politik yang tepat sasaran, kami percaya akan menghasilkan sebuah kebermanfaatan. Tidak hanya bermanfaat bagi seluruh mahasiswa Ilmu Politik, kami juga berusaha memberikan sebuah kebermanfaatan bagi pengurus HMIP FISIP UI 2018. Bagi kami pengurus HMIP merupakan orang-orang berdedikasi yang memang layak mendapatkan sebuah manfaat dari pengabdiannya untuk mahasiswa Ilmu Politik. Manfaat tersebut berusaha diwujudkan selama satu tahun kepengurusan melalui berbagai kegiatan yang meningkatkan hardskills dan softskills keorganisasian dan pembentukan atmosfer saling menghargai, sehingga kami berharap pengurus akan mendapatkan “sesuatu” selama berorganisasi yang berpengaruh terhadap peningkatan rasa puas bergabung menjadi pengurus HMIP. Pada akhirnya kebermanfaatan menjadi salah satu output yang diharapkan dapat terwujud, yang dapat dirasakan oleh anggota HMIP FISIP UI dan pihak terkait.